Quality Time with Family
Oleh Bunga Rassie Anggatri, M.Psi, Psikolog — Alumni Magister Psikologi Profesi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Psikolog Klinis Dewasa, Asesor). Disiarkan pada Selasa, 14 Februari 2017.
Keluarga dikenal sebagai institusi terkecil di dalam masyarakat, di mana keluarga menjadi lembaga utama dalam membangun hubungan antarindividu (interpersonal) (Meinarno, 2010). Untuk membangun suatu hubungan interpersonal di dalam keluarga, dibutuhkan adanya kedekatan emosional antara satu dengan yang lainnya. Kedekatan individu (terutama anak-anak) dengan keluarga akan mempengaruhi kondisi emosional dan psikologis di lingkungan sosial, di mana individu merasa bahagia, puas, serta memiliki pandangan positif terhadap berbagai area hidup (Kalat, 2011; Meinarno, 2010).
Salah satu cara yang dapat meningkatkan kedekatan emosional antara anggota keluarga adalah menjalin komunikasi baik secara verbal maupun non-verbal (Green, 1978). Komunikasi dalam bentuk verbal berupa kata-kata yang diucapkan oleh individu, sedangkan komunikasi non-verbal berupa emosi, bahasa tubuh, ekspresi wajah, sentuhan, kedekatan, serta nada bicara (Brehm, Miller, & Perlman, 2007).
Dengan meningkatnya kebutuhan ekonomi dan perkembangan teknologi di Indonesia, kualitas hubungan antara anggota keluarga menjadi menurun sehingga mempengaruhi komunikasi yang terjalin dalam keluarga itu sendiri. Banyaknya peran ataupun tugas yang harus dipenuhi oleh individu (seperti bekerja, belajar, mengerjakan tugas rumah, bertemu teman, dan sebagainya) dalam lingkungan sosial pun mengurangi kualitas waktu yang digunakan untuk bersama dengan keluarga.
Oleh karena itu, untuk dapat meningkatkan kualitas waktu bersama keluarga dan mempererat kedekatan emosional, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:
- Makan malam bersama di meja makan. Kegiatan makan bersama akan mendekatkan individu dengan keluarga dan membuat mereka merasa menjadi bagian dari percakapan keluarga. Menjauhkan atau mematikan sementara handphone serta alat komunikasi lainnya ketika berkumpul akan membantu meningkatkan kualitas waktu bersama.
- Tetap berkomunikasi. Memanfaatkan teknologi dapat menjadi solusi untuk mempertahankan komunikasi dengan keluarga meskipun sedang sibuk. Menggunakan telepon atau media sosial untuk menanyakan kabar dapat menjadi salah satu cara untuk menyatakan kepedulian.
- Menyisihkan waktu setiap minggu untuk melakukan kegiatan bersama keluarga. Kegiatan yang dilakukan tidak perlu mewah tetapi dapat dinikmati oleh seluruh keluarga, misalnya olahraga bersama, membersihkan rumah, merayakan hari istimewa, piknik, atau menyiapkan makanan bersama.
- Memberikan apresiasi atau hal-hal positif terkait anggota keluarga. Menemukan kelebihan yang dimiliki dan memberikan apresiasi dapat membangun kedekatan serta meningkatkan kepercayaan diri anggota keluarga.
Daftar Pustaka
- Brehm, S. S., Miller, R. S., & Perlman, D. (2007). Intimate relationships. San Francisco: McGraw-Hill Higher Education.
- Green, E. J. (1978). Personal relationships: An approach to marriage and family. USA: McGraw-Hill.
- Kalat, J. W. (2011). Introduction to psychology (10th ed.). USA: Wadsworth.
- Meinarno, E. A., & Silalahi, K. (2010). Keluarga Indonesia: Aspek dan Dinamika Zaman. Jakarta: Rajawali Pers.